Kelebihan Dan Kekurangan Kirim Uang Online
- Kurs bagus
Kurs yang ditawarkan remittance online biasanya lebih tinggi daripada pengiriman via bank. Kita bisa cek dan membandingkan sendiri secara langsung melalui web masing-masing bank dan remittance online, Info Dari infokorea. Dalam waktu dekat di blog ini juga akan dibahas terkait perbandingan kurs bank dan remittance online.
- Biaya kirim murah
Hampir semua remittance online menarik biaya kirim 5000 Won. Bila dibandingkan biaya kirim di bank, biaya ini cukup murah. Beberapa biaya kirim uang via bank di Korea sangat bervariasi, mulai dari 1.000 Won hingga 15.000 Won, tergantung jumlah uang yang dikirimkan. Beberapa remittance online bahkan menggratiskan biaya kirim pertama dan ada juga yang memberikan poin atau cashback yang nantinya bisa digunakan untuk membayar biaya pengiriman berikutnya.
- Tanpa potongan biaya lain.
Berbeda dengan pengiriman via bank, pengiriman uang via remittance online tidak ada potongan lain selain biaya kirim. Pengiriman via bank biasanya akan dikenakan biaya pengiriman bank perantara dan biaya bank di Indonesia. Besarnya biaya ini pun tergantung dari jumlah pengiriman. Semakin banyak uang yang dikirim, potongannya semakin besar.
- Waktu pengiriman cepat
Rata-rata remittance online memberikan batas waktu pengiriman maksimal 10 menit. Biasanya bila pengiriman dilakukan ketika hari kerja kurang dari 10 menit uang sudah sampai di rekening tujuan. Bandingkan dengan waktu pengiriman via bank, sejauh ini pengiriman uang via bank paling cepat adalah 24 jam. Bila kita kirim sekarang besoknya baru sampai di rekening tujuan. Biasanya pengiriman via bank memakan waktu kira-kira 3 hari.
- Praktis
Proses pendaftaran bisa dilakukan secara online dan dapat dilakukan kapan saja. Bila pendaftaran dilakukan pada jam kerja dan langsung disetujui, maka pada hari itu juga bisa langsung kirim uang. Tidak perlu datang ke kantor cabang ataupun pusat. Bila sudah mendaftar fasilitas internet banking, transfer uang dengan remittance bisa dilakukan kapan saja. Bandingkan bila kita belum pernah mengirim uang ke Indonesia via bank, bisa jadi proses pendaftaran pengiriman pertama akan memakan waktu yang lama, termasuk antrian di bank yang kadang sampai satu jam. Tapi setelah mendaftarkan nomor rekening tujuan di kantor cabang bank, transfer berikutnya sama-sama praktis bisa dengan internet banking dan bisa juga via ATM.
- Kapanpun bisa kirim
Pengiriman dilakukan dengan system online, jadi bisa dilakukan kapan saja, 24 jam sehari 365 setahun, alias tanpa hari libur. Kecuali ketika sedang ada perbaikan sistem, biasanya pengiriman dihentikan sementara.
- Batas pengiriman kecil
Rata-rata remittance online membatasi jumlah pengiriman 20~30 juta Won pertahun, tergantung perusahaan. Untuk sekali kirim dari Korea maksimal 2~3 juta Won, sedangkan bank tertentu di Indoneisa hanya bisa menerima 18~40 juta Rupiah. Jadi bila ingin kirim uang lebih dari 3 juta Won harus dilakukan dua kali transfer, yang artinya bayar biaya transfer dua kali dan tentunya lebih ribet. Sedangkan batasan pengiriman uang melalui bank lebih besar, bisa hingga 50 juta Won pertahun. Pengiriman perharinya pun bisa hingga puluhan juta Won. Kita bisa mengatur batasan jumlah pengiriman ketika pendaftaran di bank.
- Resiko keamanan
Setiap pengiriman uang tetap ada resikonya, tiap perusahaan memiliki tingkat resiko yang berbeda-beda. Seperti halnya menabung, menabung di bank yang besar akan lebih aman dibandingkan menabung di bank kecil yang kemungkinan bangkrutnya lebih besar. Bila banknya bangkrut uang kita yang disimpan disana bisa saja hangus. Begitu juga dengan perusahaan remittance online, mungkin saja bila perusahaan bangkrut uang kirimannya tidak akan sampai di rekening tujuan. Perusahaan remittance online pada umumnya adalah perusahaan rintisan yang modal dan pasarnya masih kecil dibandingkan dengan bank. Mungkin juga ini yang menjadi sebab adanya batasan jumlah pengiriman perhari dan pertahun.
- Kantor cabang sedikit
- Harus memiliki rekening bank di Korea
Bila mau mengirim uang menggunakan jasa remittance online, kita harus mempunyai rekening bank di Korea. Sedangkan di bank, kita masih bisa mengirimkan uang walaupun tidak punya rekening bank di Korea.
- Dua kali proses, lebih ribet
Ketika pertama kali membuat akun/ mendaftar di perusahaan remittance online, kita akan dibuatkan rekening bank virtual. Setiap kali mengirim uang kita diharuskan mengirimkan sejumlah uang ke rekening tersebut. Ketika kita mengirim uang, pertama harus melakukan transfer secara online, yang biasanya dilakukan dengan aplikasi HP. Dan yang kedua kita masih harus transfer lagi ke rekening virtual yang sudah dibuatkan tersebut. Namun sekarang ini sudah ada beberapa remittance online yang menggunakan fasilitas autodebet, dimana setiap kali transfer dengan aplikasi maka sejumlah uang akan otomatis terpotong dari rekening tabungan yang telah didaftarkan.
Sumber : Infokorea
Komentar
Posting Komentar